Saturday, 27 June 2015

Makalah manusia dan lingkungan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, kematian, dan seterusnya yang saling terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif maupun negatif. Manusia juga makhluk ciptaan-Nya yang paling tinggi derajatnya dibanding makhluk-makhluk hidup lainnya karena manusia secara kodrat diberi akal budi yang memungkinkan adanya kebudayaan dari suatu proses yaitu proses belajar.
            Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil. Baik dan sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya. Hal ini menjadikan manusia tidak hanya cukup berakal dan berbudi saja tetapi kenyataannya manusia memiliki kebutuhan, dorongan  dan kemauan yang pemenuhan serta perwujudannya menimbulkan variasi budaya.









B.     Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui lingkungan fisik dan non fisik
2.      Mengetahui manfaat lingkungan bagi manusia
3.      Hakikat dan tujuan pengelolaan lingkungan hidup
4.      Hak, kewajiban dan peran warga negara dalam pengelolaan lingkungan hidup

C.    Manfaat Penulisan
Makalah ini dibuat dengan tujuan sebagai pemenuhan tugas Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sekaligus sebagai tambahan bagi mahasiswa atau pembaca yang ingin menambah wawasan yang mencakup manusia dan lingkungan hidup lanjutan 1.



BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Manusia dan Lingkungan
Manusia tinggal dan hidup dalam lingkungannya. Mereka berinteraksi dengan komponen lingkungan fisik, baik biotik (hewan dan tumbuhan) maupun dengan komponen abiotik (tanah, air, batuan dan lain-lain). Manusia juga melakukan interaksi dengan sesamanya atau lingkungan sosialnya dan mengembangkan nilai norma untuk mengatur interaksi tersebut. Dari interaksi tersebut manusia menghasilkan kebudayaan dalam berbagai bentuk seperti bahasa, teknologi dan lain-lain.
Pada awalnya, ketika manusia mengenal tenologi, hubungan manusia dengan kompenen lingkungan lainnyamasih berjalan secara harmonis. Selain jumlahnya masih sedikit, mereka juga tidak berlebihan dalam mengambil sumber daya alam, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya jumlah serta kebuthan manusia, mereka cenderung eksploitatif atau mengambil sumber daya alam secara berlebihan.
Akibat dari perilaku tersebut, lingkungan mengalami perubahan. Bahan-bahan pencemar sisa aktivitas manusia mencemari lingkungan perairan, udara dan daratan. Kerusakan tersebut akhirnya berdampak buruk pada manusia, diantaranya adalah berkembangnya penyakit, bencana alam dan lain-lain.

B.     Lingkungan Fisik dan Non Fisik
Lingkungan dapat berbentuk lingkungan fisik dan nonfisik. Lingkungan alam dan buatan adalah lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan nonfisik adalah lingkungan sosial budaya di mana manusia itu berada didalam lingkungannya bersama dengan kelompok lainnya. Lingkungan alam adalah keadaan yang diciptakan oleh Allah untuk manusia. Lingkungan buatan adalah dibuat oleh manusia. Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, yaitu interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai, serta terkait dengan ekosistem (sebagai komponen lingkungan alam) dan tata ruang atau peruntukan ruang (sebagai bagian dari lingkungan binaan/buatan).
Lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Arti penting lingkungan bagi manusia adalah sebagai berikut :
1.      Lingkungan merupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup, berada, tumbuh, dan berkembang di atas bumi sebagai lingkungan.
2.      Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia.
3.      Lingkungan memengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia.
4.      Lingkungan member tantangan bagi kemajuan peradaban manusia.
5.      Manusia memperbaiki, mengubah, bahkan menciptakan lingkungan untuk kebutuhan dan kebahagiaan hidup.

C.    Manfaat Lingkungan Bagi Manusia
Manusia merupakan mahluk hidup yang paling banyak memanfaatkan hasil alam karena itu pula wajib menjaga kelestarian alam dengan berbagai cara. Mulai dari hal-hal sepele seperti membuang sampah pada tempatnya, meminimalisasi sampah, memanfaatkan lahan yang kosong untuk ditanami, menggunakan energi dengan hemat dan memanfaatkan energi yang ramah lingkungan. Dengan begitu, bumi sebagai tempat tinggal kita akan lebih ramah dan memberikan kembali manfaatnya untuk kita. Manfaat penghijauan tidak hanya bermanfaat untuk manusia tetapi juga bermanfaat untuk makhluk hidup lainnya dan keseimbangan berbagai sistem di bumi. Tanaman hijau baik yang besar maupun kecil memiliki perannya masing-masing.
Berikut ini adalah manfaat dari penghijauan:
1.      Sebagai pelindung, pohon melindungi kita dari terik sinar matahari, debu, gas berbahaya, meredam suara dan lain sebagainya.
2.      Banyak tanaman yang menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan. Dengan melakukan penghijauan berarti kita menyediakan lebih banyak makanan.
3.      Sebagai penyimpanan air
4.      Menjaga iklim
5.      Manfaat estetis
Manusia di muka bumi selalu membutuhkan makan, minum. tempat tinggal, dan juga membutuhkan pakaian. Maka dari itu manusia selalu memerlukan bantuan pada lingkungannya secara langsung. Contoh manfaat lingkungan bagi manusia antara lain:
1.      Udara untuk keperluan pernapasan karena tidak ada manusia yang dapat bertahan hidup tanpa adanya bantuan udara.
2.      Air untuk minum, mandi, pengairan sawah, dan pembangkit tenaga listrik.
3.      Tumbuhan dan Hewan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani dan nabati. Selain itu tumbuhan dan hewan juga dapat di jadikan sebagai sumber tenaga dan kesenangan. Di daerah tertentu, sapi dan kerbau dijadikan sebagai penarik bajak di sawah, serta kuda untuk menarik delman dan dijadikan sebagai sarana olahraga berkuda.
4.      Lahan untuk tempat mendirikan berbagai prasarana dalam mendukung kehidupan manusia, misalnya untuk membuat tempat tinggal, gedung-gedung pemerintah, olahraga dan pertokoan.
5.      Sumber barang tambang dan sumber daya mineral, seperti emas, perak, tembaga, dan lainnya.
6.      Penghasil bahan baku dan bahan mentah untuk industri.


D.    Hakikat dan Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya. Pada mulanya, manusia mencoba mengenal lingkungan hidupnya, kemudian barulah manusia berusaha menyesuaikan dirinya. Lebih dari itu, manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi kebutuhan dan kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradaban (Istilah Toynbee) sebagai akibat dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan agar lingkungan mendukung kehidupannya. Misalnya, manusia menciptakan jembatan agar bisa melewati sungai yang membatasinya.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki  karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi, 2006). Pada hakikatnya, manusia dan lingkungan sangat berhubungan erat, manusia tidak mampu memenuhi kebutuhannya apabila tidak ada lingkungan. Lingkungan amat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Arti penting Lingkungan Bagi Manusia adalah sebagai berikut:
1.      Lingkungan merupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup, berada, tumbuh, dan     berkembang di atas bumi sebagai lingkungan.
2.      Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia.
3.      Lingkungan mempengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia yang mendiaminya.
4.      Lingkungan memberi tantangan bagi kemajuan peradaban manusia.
5.      Manusia memperbaiki, mengubah, bahkan menciptakan lingkungan untuk kebutuhan   dan kebahagiaan hidup.
Selain itu ada pula tujuan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui cara sebagai berikut :
1.      Meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat dan kemitraan.
2.      Menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat.
3.      Menumbuhkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial.
4.      Memberikan saran dan pendapat.
5.      Menyampaikan informasi dan / atau menyampaikan laporan.

E.     Hak, Kewajiban dan Peran Warga Negara Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
1.      Hak Masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup
Sebelum kita membicarakan masalah hak masyarakat dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup kita akan bicarakan dahulu tantang tujuan/sasaran dari pengelolaan lingkungan hidup. Dalam undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkukangan hidup disebutkan beberapa sasaran dari pengelolaan lingkungan hidup yang antara lain :
a)      Tercapainya keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup.
b)      Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup.
c)      Terjaminya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
d)     Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup
e)      Terkendalinya pemamfaatan sumber daya secara bijaksana
f)       Terlindunginya Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap dampak usaha dan/atau kegiatan di luar wilayah Negara yang menyebabkan pencemaran atau perusakan lingkungan hidup.
Dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup tentunya tidak akan terlepas dari peran masyarakat dimana setiap orang/masyarakat mempunyai hak yang sama atas kondisi lingkungan hidup yang layak dan baik untuk tinggal dan berkembang biak. Jadi dalam hal ini Negara harus meyediakan sarana lingkungan yang baik untuk seluruh masyarakat baik masyarakat desa sampai masyarakat kota. Seringkali mengenai perkembangan yang berkaitan dengan lingkungan hidup masyarakat tertinggal mengenai informasi tersebut, padahal masyarakat juga berhak menegetahui informasi apa saja tentang lingkungan hidup terutama disekitar masyarakat itu tinggal. Pemerintah terkesan bertindak sendiri dalam mengatur tata ruang kota, pembangunan tempat-tempat tertentu tanpa melibatkan masyarakat, padahal masyarakat mempunyai hak atas semua itu. Dan masyarakat seringkali menjadi korban atas kebijaksanaan yang tanpa ada unsur masyarakat. Dan masyarakat juga berhak berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang diatur dalam undang-undang yang berlaku. Dalam setiap kegiatan yang   berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, karena masyarakat adalah bagian dari lingkungan tersebut.

2.      Kewajiban masyarakat dalam pengelolaan lingkungan
Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian, menjaga lingkungan dari kerusakan yang sering kali disebabkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab yang demi menguntungkan diri sendiri dan mengorbankan dan mengakibatkan penderitaan pada umat manusia yang berkepanjangan, dengan ulah manusia yang menggunduli hutan mengakibatkan persediaan air di alam menjadi terbatas dan setiap musim kemarau selalu mengalami kekeringan, dan setiap musim hujan selalu kebanjiran. Dan dalam hal ini setiap orang baik itu pejabat Negara, pengusaha dan masyarakat harus menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan. Dalam peransertanya pengelolaan lingkungan setiap orang harus memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan tersebut.
3.      Peran warga negara dalam pengelolaan lingkungan hidup
Setiap orang adalah bagian dari masyarakat dan masyarakat memiliki hak, kewajiban dan peran yang sama dalam pengelolaan lingkungan, tanpa terkecuali masyarakat desa, pelosok maupun kota, karena ruang lingkup lingkungan bukan hanya ditempat-tempat tertentu saja namun seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberadaan masyarakat akan efektif sekali jika peranya dalam mengontrol pengelolaan lingkungan yang ada. Adapun implementasi dari peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi beberapa bentuk implementasinya :
1.       Meningkatkan kemandiran, keberdayaan masyarakat dan kemitraan.
2.       Menumbuhkembaangkan kemandirian dan kepeloporan masyarakat.
3.      Menumbuhkembangkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial.
4.       Memberikan saran pendapat.
5.       Menyampaikan informasi dan/atau menyampaikan laporan.





BAB III
KESIMPULAN

A.    Kesimpulan
Manusia adalah makhluk social yang kehidupanya sangatlah dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya, karena lingkungan tersebutlah yang akan membentuk suatu karakter dari seorang manusia, dan sebagai makhluk social manusialah yang memanfaatkan adanya lingkungan ubtuk memenuhi kehidupan pribadi maupun sejenisnya.
Lingkungan adalah suatu media, tempat dan sarana  dimana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang berdeda pada setiap tempatnya  yang terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia.
Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem dalam lingkungan serta habitat manusia itu sendiri, perilaku dan tindakan manusia sangatlah berpengaruh terhadap kelangsungan dan kestabilan lingkungan. Kemampuan untuk menyadari hal inilah yang akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan. Manusia memiliki tugas untuk menjaga lingkungan demi menjaga kelangsungan hidup manusia itu sendiri dimasa akan datang.



No comments:

Post a Comment