TEMPAYAN
RETAK
=========================
Seorang
tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua
ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya.
Satu
dari tempayan itu retak, yang satunya tidak. Tempayan yang tidak retak selalu
dapat membawa air penuh dari mata air ke rumah majikannya, sedang tempayan
retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama
dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tempayan yang tidak retak merasa
bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Namun si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa
sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari yang seharusnya dapat
diberikannnya.
Tertekan
oleh kegagalan ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air,”Saya
sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf
kepadamu.””Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”
“Saya
hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air karena retakan
pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju
rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.” kata
tempayan itu.
Si
tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak dan berkata, “Jika kita
kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah
di sepanjang jalan.”
Benar,
ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari
bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit
terhibur.
Kata
tukang air kepada tempayan retak, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga
di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi
tempayan lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan
cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di
sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata
air, kamu mengairi benih-benih itu.
Selama
dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja
majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu adanya, majikan kita tak akan dapat
menghias rumahnya seindah sekarang.”
-
Kadang kita hanya fokus pada kekurangan, tanpa pernah melihat kelebihan yg kita
miliki, just be grateful ! :)
==============================
No comments:
Post a Comment